Cara Mensucikan Lantai dan Pakaian dari Najis

Senin, 07 Maret 20115komentar


Ketika kita mengerjakan sholat, kita diwajibkan untuk mengerjakannya dalam keadaan suci, baik suci  badan, pakaian, maupun tempat. Tanpa terpenuhinya syarat kesucian tersebut, maka sholat kita tidak diterima oleh Allah. Di samping itu, tidak bisa menjaga kesucian dari najis air kencing merupakan salah satu sebab utama seseorang mendapatkan siksa kubur. Tentu saja kita semua tak berharap untuk merasakannya, bukan? Maka dari itu kita harus berhati-hati dan tidak sembrono dalam masalah najis ini, tentunya masih dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan.
Pada dasarnya sesuatu yang suci adalah sesuatu yang tidak terkena najis/sesuatu yang telah terkena najis tapi najisnya telah disucikan/dihilangkan. Adapun hukum asalnya segala sesuatu adalah suci. Artinya selain dari yang telah disebut sebagai barang najis dalam Alquran maupun Alhadits, selama kita tidak melihat/mengetahui benda tersebut terkena najis, maka hukum benda itu adalah suci, bukan sebaliknya. Di bawah ini saya uraikan cara mensucikan najis pada lantai dan pakaian yang saya peroleh dari sebuah sumber yang ditulis berdasarkan Alquran dan Alhadits.
Penjelasan:
1.   Cara mensucikan tanah meresap yang terkena air kencing atau najis
Jika ada tanah yang terkena air kencing atau najis sedangkan tanah itu bisa meresap, maka cara mensucikannya cukup disiram dengan air satu timba sesuai dengan haditsnya atau disiram dengan air sampai kita punya keyakinan bahwa najis tersebut telah hilang karena meresap bersama air.
2.   Cara mensucikan lantai yang tidak meresap yang terkena air kencing atau najis
Jika air kencing atau najis itu mengenai lantai yang tidak meresap, maka cara mensucikannya ada beberapa cara, antara lain
a.   Jika air kencing atau najis itu ada di tengah-tengah lantai masjid, maka air kencing itu diserap dulu dengan kain yang kering atau ditimbun dengan tanah/pasir, kemudian kainnya diangkat atau pasirnya dibersihkan. Pada saat mengangkat kain atau membersihkan pasirnya jangan sampai ada yang menetes/tercecer, setelah itu dilap dengan lap basah yang suci minimal tiga kali atau sampai yakin bahwa najisnya telah hilang.
b.  Kalau air kencing atau najis itu mengenai lantai bagian pinggir maka cukup disiram dengan air yang dialirkan mengarah keluar lantai sampai yakin bahwa najisnya telah hilang.
Sumber gambar: http://tatyalfiah.wordpress.com
3.   Cara mensucikan pakaian yang terkena najis
Ada beberapa cara mensucikan pakaian yang terkena najis, antara lain
a.  Apabila najisnya berupa kotoran yang kelihatan, seperti kotoran manusia, maka cara mensucikannya, kotoran tersebut dihilangkan dulu sampai bersih setelah itu baru disucikan dengan cara dimasukkan ke dalam bak/ember diisi air sampai luber sambil diaduk-aduk minimal tiga kali luberan atau sampai yakin bahwa najisnya telah hilang mengalir bersama air yang luber atau pakaian itu diangkat dan diguyur dengan air sampai yakin bahwa najisnya telah hilang.
b.   Kalau najisnya berupa air kencing, maka cara mensucikannya, pakaian yang terkena najis itu dimasukkan ke dalam bak/ember lalu diisi air sampai luber dengan diaduk-aduk minimal tiga kali luberan atau diluberi sampai yakin najisnya telah hilang atau pakaian yang terkena najis itu diangkat dan diguyur dengan air sampai yakin bahwa najisnya telah hilang.

Share this article :

+ komentar + 5 komentar

masfauzi
8 Maret 2011 16.02

bagus suf, lanjutkan.. tp ojo lali, kaweeenn, haha..

9 Maret 2011 08.51

makasih...masak kawinnya nglangkahi senior? seniornya dulu dunk...

10 Maret 2011 09.36

intinya sampai yakin ya mas? kalau najisnya hilang
hmm.. oke

10 Maret 2011 10.37

tentu saja dengan catatan tidak isrof, inget sabdanya Nabi wudhu lebih dari 3 kali tiap basuhan termasuk isrof, jd bisa dikira-kira sendiri krn kita sendiri yg tahu dan mengalami, mungkin itulah sebabnya agama dikatakan mudah, fleksibel dan ngga' saklek

Anonim
8 Juni 2014 10.19

Saya ingin bertanya, jadi di rumah saya pernah ada kencing di kamar dan juga dekat meja makan kalau tidak salah, dulu sekali saat saya masih kecil mungkin 3-5 tahun atau lebih yang lalu, saya belum tau tentang hukum-hukum pipis dsb kalau tidak salah dan saya sewaktu malam takut untuk keluar ke kamar mandi dan saya fikir (maaf) pembalut itu bisa menyerap air kencing sehingga saya pipis di kamar saat memakai itu dan setelah saya sadar tidak bisa menyerap, saya kemudian berganti celana dan tidur, besoknya (saya tidak terlalu ingat apakah saya atau mama saya yang mengepel itu) tapi sepertinya sudah kering pipisnya. nah saya takut kalau di pel menyebar gitu sedangkan waktu itu mama saya tidak tau, nah pak sampai sekarang mungkin sudah seribu kali lebih di pel karena sudah bertahun-tahun dan saya rasa sudah suci karena bau dan warna nya juga sudah tidak ada. tapi saya takut masih ada najis, apakah seluruh isi rumah saya harus diguyur air? tapi saya rasa itu tidak memungkinkan karena lantai kamar saya dan adik saya juga agak sedikit kebawah dibandingkan lantai ruang lain. MOHON DIJAWAB INI SANGAT MEMBUAT SAYA STRES. MOHON DIBANTU APAKAH LANTAI SAYA SUDAH SUCI?

Poskan Komentar

Monggo bagi yang mau berkomentar, silakan mengisi kotak di bawah ini :)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yusuf Abdurrohman - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger