Seberapa Pentingkah Jumlah Follower?

Senin, 15 April 20130 komentar

Waktu lagi googling soal trending topic di Indonesia, tak sengaja saya menemukan situs http://twitter.whotalking.com/ di situ kita bisa melihat apa sajakah topik yg lagi ngetren di twitter dalam 7 hari terakhir, baik worldwibe maupun di lokasi-lokasi tertentu. Namun, seabrek kata yang lagi ngetrend itu tak menarik perhatian saya, malah rada bingung, kata-kata seperti itu kok bisa ngetren, sebenarnya apa sih yg dibahas. Perhatian saya justru tertuju pada menu Top Users, ternyata ada list akun twitter terpopuler sedunia dengan minimal 400 ribu follower.
Dari daftar itu terlihat bahwa akun twitter terpopuler didominasi oleh kalangan artis. Justin Bieber dengan akun @justinbieber berada di posisi teratas dengan 37,5 juta follower, disusul oleh @ladygaga dan @kattyperry dengan masing-masing 36,1 juta dan 35 juta follower. Posisi ke-4 ditempati oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dengan akun @BarackObama yg memiliki hampir 29,9 juta follower sekaligus menjadi  akun twitter non artis terpopuler. Sedangkan akun twitter terpopuler dari Indonesia adalah @agnezmo milik penyanyi Agnes Monica yang bertengger di urutan 79 dunia dengan 7,2 juta follower. Akun twitter Agnes ini bahkan lebih populer dibanding akun twitter sejumlah musisi internasional ternama, seperti Jessica Simpson, Jasson Mraz, Victoria Beckham, dan masih banyak lagi. Namun, saat saya mencari akun twitter @SBYudhoyono dan @jokowi_do2 ternyata tidak ada di daftar itu, padahal jelas follower-nya di atas 400 ribu.
Sumber: twitter.com
Orang-orang terkenal seperti artis, pejabat tinggi negara,  dan pengusaha sukses super tajir  dengan sendirinya bisa menarik minat banyak orang untuk mem-follow akun mereka. Akun-akun non pribadi yang lucu atau sering berbagi tips pun menarik minat banyak orang untuk mem-follow. Banyak diantaranya sering memberikan kultwit yang cukup menarik untuk disimak. Sehingga banyak follower yang setia mem-follow mereka.
Bagi akun-akun yang bertujuan untuk mempromosikan produk atau mensosialisasikan hal-hal tertentu, memiliki banyak follower memang penting. Semakin banyak follower maka semakin besar potensi untuk menarik minat pelanggan atau akan semakin mudah untuk mensosialisasikan program-program mereka. Walaupun tingkat kepentingannya berbeda, ternyata memiliki banyak follower juga diidamkan oleh banyak pemilik akun pribadi. Entah sekedar untuk bangga-banggaan atau memang ada tujuan-tujuan tertentu, yang jelas lebih banyak follower lebih baik. :D
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memiliki banyak follower . Cara yang santun dan “terhormat” adalah dengan menjaga kualitas twit, banyak menginfokan hal-hal penting dan bermanfaat, serta tidak banyak nyampah yang membuat orang lain merasa risih. Namun, cara ini tentu butuh waktu lama dan belum tentu sukses. Oleh karena itu, banyak orang menggunakan cara-cara lain. Ada yang menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu, ada pula yang mem-follow banyak orang dengan harapan untuk di-follback, bahkan ada pula yang meminta teman-temannya me-retwet twit-twitnya agar follower teman-temannya itu tertarik mem-follow dirinya. :D Alhasil kadang kita melihat akun twitter teman kita memiliki begitu banyak follower tapi jumlah following-nya juga sangat banyak.
Saya pribadi justru merasa risih jika terlalu banyak mem-follow orang. Akan ada banyak twit lalu-lalang di timeline yang sebenarnya tak begitu penting untuk kita. Apalagi jika mem-follow akun yang hobi nyampah. Justru twit-twit penting dan bermanfaat cepat tenggelam tertutup twit-twit sampah itu. Masih bisa dimaklumi kalo kita kenal baik dengan pemiliknya, jika tidak, saya sih mending unfollow saja. Oleh karena itu saya pribadi pilih-pilih jika akan mem-follow orang lain. Walaupun kadang ada orang tak dikenal yang tiba-tiba follow,  tidak lantas dengan serta merta saya follback. Saya lihat dulu kenal atau tidak, kira-kira oke nggak kalau di-follow. Tentu saja dengan konsekuensi di-unfollow karena tak kunjung di-follback.  Kalo saya lihat sih masih ada yang setia follow saya walaupun tidak saya follback, hehe... Nggak percaya? Coba buka @yusufabdrohman, kalau perlu follow sekalian deh. :D
Saya pikir, dengan posisi sebagai orang biasa, mending punya follower dan following lebih sedikit daripada memiliki follower bejibun tapi harus following banyak juga. Ini untuk menjaga agar traffic timeline tidak terlalu padat, kecuali bila kita memang mencari informasi tentang berbagai hal, kita bisa mem-follow akun-akun yang memang ditujukan untuk berbagi ilmu dan wawasan.  Namun, bila mem-follow terlalu banyak akun pribadi, apalagi jika kebanyakan alay bin nyampah, hadeeuh... bisa rame banget timeline kita.  Terpapar terlalu banyak informasi bisa berdampak negatif, apalagi bila banyak yang kurang penting. Sebab, informasi yang berlebihan mengakibatkan kejenuhan, sehingga informasi yang datang kurang bisa diterima dengan baik. Toh dalam posisi sebagai orang biasa tak banyak orang yang sering melihat profil twitter kita, tentunya tak banyak pula yang menaruh perhatian pada berapa follower kita. Namun, semua itu terserah pada pribadi masing-masing, siapa tahu ada yang suka lihat profil dirinya sendiri sambil senyum-senyum bangga punya follower banyak. :D Lalu... bagaimanakah dengan Anda?

Share this article :

Poskan Komentar

Monggo bagi yang mau berkomentar, silakan mengisi kotak di bawah ini :)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yusuf Abdurrohman - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger