Jelang Pilpres, Kampanye Dimana-mana

Senin, 02 Juni 20140 komentar

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 akan segera tiba. Pilpres yang akan digelar pada 9 Juli 2014 nanti merupakan hajatan besar rakyat Indonesia untuk menentukan siapakah yang akan memimpin negara ini dalam lima tahun ke depan.  Dialah orang yang akan berperan besar terhadap masa depan bangsa ini. Karena pentingya itu, Pilpres menjadi euforia tersendiri dalam masyarakat.  
Euforia Pilpres bahkan sudah dirasakan jauh-jauh hari sebelumnya. Terlebih sejak bulan Maret lalu, berita-berita seputar Pilpres dan para calon presiden (capres) setiap hari selalu menghiasi media. Drama politik menjadi menu sehari-hari yang disajikan, dan semakin intens sejak paruh kedua bulan Mei lalu ketika koalisi dan pasangan capres-cawapres telah difinalkan. Berita seputar pilpres ini menjadi hot topic dalam waktu yang panjang dan menenggelamkan berita-berita lainnya.
Seiring dengan semakin intensnya pemberitaan di media, Pilpres dan capres terus menjadi trending topic di masyarakat, setiap gerak-gerik para capres selalu menjadi perhatian.  Bahkan masa lalu para capres pun menjadi topik yang menarik untuk digali dan dibicarakan. Ini tercermin dari banyaknya pembicaraan seputar para capres, baik secara langsung maupun di berbagai media sosial di dunia maya. Banyak muncul pengamat politik dadakan yang  bisa menyuarakan pendapatnya dimana saja. Di masa sekarang, dimana banyak orang sudah terhubung dengan internet dan aktif di sosial media, informasi  sangatlah mudah untuk didapat dan disebarkan. Namun, kemudahan tersebut menyebabkan informasi yang beredar menjadi semakin kabur.
Informasi yang berupa fakta dengan dukungan data tercampur baur dengan informasi geje yang entah darimana asal usulnya. Banyak di antaranya yang hanya merupakan kabar burung dan berita-berita bohong, belaka. Akan tetapi, semuanya telanjur menyebar luas karena mudahnya masyarakat percaya dan terprovokasi.
Sebagai orang yang melek internet, mestinya perlu dipahami bahwa informasi yang beredar di dunia maya seringkali dibuat tanpa melalui kaidah pers, tak ada yang namanya crosscheck atau tabayyun.  Jangankan oleh individu, beberapa situs bahkan sudah jelas-jelas ketahuan menyebarkan berita yang tak dapat dipertanggungjawabkan isinya. Entah memang sengaja atau teledor dalam membuat berita, yang cukup disayangkan, setelah terbukti salahpun tak ada koreksi dan permohonan maaf atas kesalahan tersebut. Ya… kita tahulah yang namanya kepentingan memang seringkali membuat orang berbicara yang tidak semestinya. Maka dari itu, sebelum menyebarkan berita perlu dilihat dulu, apakah berita itu meyakinkan? Apakah sumber beritanya cukup kredibel ? Jangan sampai kita keliru menyebarkan berita bohong dan fitnah. 

Pasangan Capres-Cawapres 2014 
Sumber gambar: bandung.bisnis.com
Di facebook dan twitter, selalu ada yang membahas Pilpres dan capres setiap harinya. Sebagian sekedar menuliskan pendapat pribadinya ,sebagian yang lain men-share secara langsung berita-berita yang dimuat dalam berbagai situs dan portal berita. Aksi dukung-mendukung salah satu pasangan bisa terlihat jelas di situ. Entah karena hasrat membicarakan yang tak terbendung atau memang sengaja mencari dukungan untuk kemenangan capres pilihannya, banyak di antara mereka yang selalu aktif mempromosikan capres pujaannya dan membicarakan kekurangan pihak lawan. Bahkan dalam satu peristiwa yang sama pun komentar yang keluar dari masing-masing kubu bisa bertolak belakang. Yah begitulah…  yang namanya telanjur cinta tak kurang-kurang pujiannya, yang namanya benci juga tak kurang-kurang celaannya.
Terinspirasi dari status fb salah seorang teman, “Uripmu kok rekosomen to cah mikirke capres terus.”  Jadi terpikir, buat apasih kok pada ngoyo-ngoyo membela capres. Apalagi dengan kengoyoan tersebut sampai menyebabkan pertengkaran. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, persepsi terhadap pemimpin yang diidamkan merupakan sesuatu yang tak bisa dipaksakan. Sebab, setiap orang memiliki cara pandang dan selera yang berbeda-beda. Bolehlah berdebat dan berargumen, asalkan tak sampai membuat hubungan persahabatan menjadi retak, apalagi sampai unfriend segala.  Jadi ya sak madyo wae, ngikutin perkembangan ya iya tapi  nggak perlu terlalu dipikir berat-berat, supaya nggak malah stres sendiri. Ngapain coba, relawan ya enggak, dibayar juga enggak. Memang tepat bila dibilang supporter itu biasanya lebih heboh dari yang main. Duh… semoga saya enggak termasuk.
Saya sendiri kalau mau ngomong kelebihan dan kekurangan para capres itu bisa panjang lebar, tiap hari bisa tuh jadi bahan status. Tapi yo gek meh ngopo gitu kan. Toh kalo saya ngomongpun juga sulit kok mengubah keyakinan orang supaya ngikutin pendapat saya.  Apa yang saya pikirkan belum tentu cocok dengan pola pikir orang lain. Bisa jadi malah dia sebel karena pujaan hatinya saya jelek-jelekkan, hahaha… . Namun, jika yang dibahas adalah fakta vs fitnah, ini beda lagi. Masalahnya bukan lagi pada selera, tapi pada benar atau tidaknya suatu informasi.  Jika saya tahu apa yang sebenarnya ya bakal saya bela. Bukan berarti  mendukung, tetapi lebih pada meluruskan informasi yang beredar.
Anyway, seyakin-yakinnya saya menjatuhkan pilihan, tetep saya sadar no body is perfect.  Kalau ditilik lebih dalam, semua capres itu punya banyak kekurangan di sana-sini. Mereka bukanlah orang sempurna yang dapat mewujudkan segalanya. Jadi nggak perlu terlalu cinta ataupun terlalu benci, karena cinta bisa berubah jadi benci. Ya.. nggak? Ketika cinta yang terlanjur mendalam dikecewakan, maka rasa bencilah yang akan membara. (Katanya sih… ini masih katanya )
Ada orang ngetwit, “Sejak gue jarang baca/liat berita, hidup jadi berasa damai..” haha… . Kalau dipikir-pikir benar juga dia, terlalu sibuk memikirkan Pilpres juga bisa mengganggu pikiran. Bisa jadi malah melupakan perkara lain yang lebih penting. Ternyata masih banyak lhoh hal-hal dalam diri kita sendiri yang perlu fokus untuk dipikirkan. Daripada sibuk mikirin calon presiden yang tepat untuk memimpin negeri ini, mendingan mikirin calon istri yang tepat untuk mendampingi hidup ini.  :V

Share this article :

Poskan Komentar

Monggo bagi yang mau berkomentar, silakan mengisi kotak di bawah ini :)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yusuf Abdurrohman - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger